Ikhtiar melakukan penguatan kapasitas organisasi merupakan salah satu strategi untuk menjamin keberlangsungan (sustainability) Perguruan Tinggi. Tugas tersebut termasuk kerja simultan dan berkelanjutan bagi seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Dua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di Perguruan Tinggi Keagamaan di NTB yaitu UIN Mataram dan IAI Qamarul Huda-Bagu, bertukar pikiran serta pengalaman dalam bidang penguatan kapasistas organisasi dalam acara kunjungan kerja (benchmarking) LPM IAI Qamarul Huda ke LPM UIN Mataram, hari Kamis 15 Agustus 2024.
Diterima langsung oleh Ketua LPM UIN Mataram, Bapak Prof.Dr. Winengan, MSI., dan Sekretaris LPM, Bapak Prof.Dr. H. Abdul Fattah, M.Fil.I., di Ruang Rapat LPM Gedung Research Center Lantei 2. Hadir dari IAI Qomarul Huda-Bagu yaitu Wakil Rektor 1, Bapak Dr.L. Khotibul Umam, MA., didampingi Ketua LPM Bapak Hamdan, M.Pd., Sekretaris LPM Bapak Dr. Mohammad Zaki, M.Pd., Kapus Pengembangan Audit Mutu Madian Fitri Salma, M.Pd. dan Kapus Pengembangan Mutu, Supriadi, M.Sos.
Kunjungan akademik ini dimulai dengan penyampaian sambutan dari kedua belah pihak, dimana masing-masing menarasikan tujuan dan harapan terkait dengan pertemuan ini dalam rangka memperkuat silaturrohmi akademik sekaligus memperkokoh ikhtiar pengimplementasian budaya mutu di masing-masing kampus, tentu juga dalam rangka menjalankan amanah Undang-Undang serta Permendikbudristek No 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Dalam sambutannya, Ketua LPM UIN Mataram sangat mengapresiasi kunjungan LPM IAI Qamarul Huda-Bagu, yang diwakili WR I, yakni Bapak Dr.L. Khotibul Umam, MA dan rombongan. “Ini merupakan anugerah tersendiri buat sivitas akademika UIN Mataram, khususnya LPM UIN Mataram, terlebih dengan dipercaya sebagai “destinasi benchmarking” oleh banyak Perguruan Tinggi Keagamaan, baik Negeri maupun swasta. Lebih lanjut Prof. Winengan menjelaskan bahwa banyak aspek sebagai indikator efektifitas penjaminan mutu, termasuk di UIN Mataram. Pertama, banyaknya Prodi yang terakreditasi. Saat ini UIN Mataram memiliki 7 Prodi yang unggul (dengan 9 kriteria) dan 2 yang status akreditasinya dengan hasil A (dengan 7 kriteria) dari 36 Prodi yang ada di UIN Mataram. Semua itu mewakili, baik jenjang S1 seperti PAI, PIAUD, PGMI, Tadris Bahasa Inggris. Ataupun S2 seperti PAI, PBA, KPI, dan HKI. Dan yang terbaru adalah Prodi S3 PAI yang hasil akreditasinya keluar seminggu lalu, tepatnya Kamis 08 Agustus 2024. Indikator kedua adalah perkembangan kepangkatan dosen yang sudah menjadi Guru Besar atau Profesor. Dari 452 dosen UIN Mataram, sudah 47 yang berpangkat Guru Besar atau Profesor (lebih dari 10%). Indikator ketiga juga terlihat dari karya ilmiah para dosen yang dipublikasikan di Jurnal dalam negeri (bersinta), maupun di luar negeri (misalkan terindeks Scopus). Dari keseluruhan karya ilmiah para dosen UIN Mataram, ada 100 lebih yang dimuat dalam jurnal terindeks Scopus (baik di dalam maupun Luar Negeri). Indikator keempat terlihat dari rekognisi kelembagaan yang didapatkan dari pihak luar, terlebih bertaraf internasional. Dalam hal ini, UIN Mataram (yang leading sectornya LPM UIN Mataram), telah mendapatkan sertifikat ISO dari Institute of Global Certification (IGC) seri 21001: 2018 tentang Educational Organizations Management System yang ditandatangani langsung oleh Prof. G. Gilbert (Head of Certification Body), Amerika Serikat.” “Tentunya ikhtiar bersama, doa, serta kerjasama semacam ini idealnya akan terus kita rajut dalam rangka menjalankan Amanah Undang-Undang serta memastikan “sustainability” (keberlanjutan) kedua Lembaga tetap berlangsung di era disrupsi ini”, ungkap Prof. Winengan selaku Ketua LPM UIN Mataram.
Mewakili Rombongan, Ustadz Hamdan, M.Pd. (Ketua LPM IAI Qamarul Huda-Bagu) menyampaikan ungkapan terima kasih yang tiada terhingga kepada LPM UIN Mataram karena telah berkenan menerima kehadiran “sahabat karib” nya. Bahkan boleh juga dikatakan sebagai “murid-muridnya”. “Karena kami yang hadir ini juga sebagian besar alumni UIN Mataram”, ungkap Ustadz Hamdan. Lebih lanjut disebut oleh Ketua LPM IAI Qamarul Huda bahwa “dari aspek yang lain UIN Mataram (termasuk LPM nya) memiliki lompatan-lompatan yang membanggakan, baik secara personal maupun secara kelembagaan. Secara institusional, UIN Mataram semakin menunjukkan kemajuannya. Hal ini misalkan pernah berada pada urutan ke 2 hingga ke 6 (dari 59 PTKIN) dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2024. Begitu juga, Prodi-prodinya semakin banyak yang terakreditasi Unggul dan telah mendapatkan rekognisi internasional berupa Sertifikat ISO 21001: 2018”. “Semua itu tentu sangat membanggakan”, ungkap Ketua LPM Bagu. “Karena itu izinkan kami yang baru dilantik 6 bulan ini untuk terus menimba ilmu dan pengalaman (sharing experinces) kepada LPM UIN Mataram. Tolonglah kami untuk terus dibimbing dan dibina secara maksimal”, pungkas Ustadz Hamdan, M.Pd.
Di ujung pertemuan di akhiri dengan harapan dan “doa bersama” yang dipimpin Sekretaris LPM UIN Mataram (Prof. Fattah), semoga kedua institusi (UIN Mataram dan IAI Qomarul Huda-Bagu) akan memperoleh hasil unggul dalam raihan Akreditasi Prodi dan Perguruan Tinggi masing-masing. Begitu juga diadakan sesi “Pemberian Cinderamata” dari IAI Qomarul Huda-Bagu sebagai wujud nyata penghormatan terhadap eksistensi LPM UIN Mataram selama ini.