Jakarta, 8-10 Desember 2024. Dalam rangka persiapan penerimaan mahasiswa baru tahun 2025, Kementerian Dikti Sains dan Teknologi mengundang seluruh Rektor PTN, Direktur Politeknik, dan Rektor PTKIN yang memiliki program studi umum untuk mengikuti pertemuan yang membahas tentang persiapan SNPMB tahun 2025 yang bertempat di Hotel Le Meridien Jakarta mulai tanggal 8 sampai 10 Desember 2024. Di antara Rektor PTKIN yang mendapatkan undangan pertemuan tersebut yaitu Rektor UIN Mataram karena memiliki 3 Prodi umum yang akan menerima mahasiswa baru melalui SNPMB tahun 2025, yaitu Prodi Hukum Bisnis, Prodi Kewirausahaan, dan Prodi Teknologi Informasi. Untuk menghadiri kegiatan tersebut, Rektor UIN Mataram (Prof. Dr. Masnun, M. Ag) menugaskan Ketua LPM UIN Mataram (Prof. Dr. Winengan, M. Si).
Kegiatan tersebut dibuka oleh PLT Sekjen Kemendiktisainstek (Togar Simatupang) mewakili Menteri Kemendiktisainstek yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya menyampaikan tiga hal, yaitu:
- Mempersilahkan menggunakan standar substansi yang ada dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2025.
- Mata Pelajaran pendukung dalam sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru yang ada sekarang ini akan ditinjau oleh Kemendiktisainstek.
- Teknis pelaksanaan hingga penentuan passing grade diserahkan kepada majelis rector PTN untuk merumuskan dengan mengkaji dari berbagai aspek sehingga akan melahirkan yang terbaik.
Selanjutnya, Plt. Sekjen Kemendiktisainstek juga menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Dikti Sains dan Teknologi sedang melakukan transisi 3 direktorat, yaitu: Direktorat Pendidikan Tinggi, Direktorat Riset dan Pengembangan, dan Direktorat Sains dan Teknologi. Kemendikti Sains dan Teknologi juga akan meminta saran dan masukan terkait Permendikti No 4 dan 400 Tahun 2024. Hal lain yang juga disampaikan terkait dengan keberadaan Guru Besar, yang mana, bagi Guru Besar yang lebih dari lima tahun diharuskan menjadi penulis pertama, kl tidak maka akan distop tunjangan Guru Besarnya untuk sementara waktu hingga memenuhi kewajiban khususnya tersebut. Sedangkan bagi Program Studi yang belum memiliki Guru Besar maka akan mendapatkan afirmasi kuota tersendiri.
Sesi selanjutnya dipandu oleh Direktur SNPMB (Eduart Wolok) yang membincangkan teknis SNPMB tersebut, mulai dari penyediaan sistem, tujuan dan fungsi, waktu, ketentuan-ketentuan, dan time line SNPMB tahun 2025. SNPMB akan dilakukan melalui tiga jalur, yaitu jalur prestasi, jalur test, dan jalur mandiri. Untuk jalur test tidak ada kriteria lain dalam penerimaan mahasiswa baru, tapi murni hasil test sebagai dasar pentuan kelulusan calon mahasiswa baru. Kriteria lain dalam penerimaan mahasiswa baru hanya berlaku pada jalur mandiri yang dikelola langsung masing-masing PTN. Ada perbedaan kuota pada masing-masing jalur yang ditetapkan berdasarkan status PTN. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi minimum 20% bagi PTNBH, BLU, dan Satker. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Test, minimum 40% bagi PTN BLU dan Satker minimum 30% bagi PTNBH. Sedangkan jalur mandiri, maksimum 30% bagi PTN BLU dan Satker dan maksimum 50% bagi PTNBH.
Pembiayaan jalur prestasi sepenuhnya ditanggung pemerintah, jalur test ditanggung masing-masing peserta dan subsidi pemerintah, dan jalur mandiri ditanggung peserta dan PTN. Jalur prestasi hanya diperuntukkan bagi siswa lulusan tahun 2025 yang prestasi unggul. Jalur test bagi siswa lulusan 2023 sampai 2025. Sedangkan untuk SNPMB tahun 2025 hanya 1 gelombang penerimaan. Untuk launcing sistem akan dilaksanakan tanggal 11-12 Desember 2024. Sebagai akhir kegiatan, Direktur SNPMB meminta bantua kepada seluruh PTN untuk menginformasikan dan membantu sekolah terkait dengan pelaksanaan SNPMB tahun 2025 demi kelancaran semua prosesnya. Terima kasih.