Mataram – Refreshment Auditor Perguruan Tinggi penting untuk memastikan auditor memiliki pengetahuan dan ketrampilan terkini yang relevan dengan audit di lingkungan Pendidikan Tinggi. karena pentingnya kegiatan tersebut maka LPM UIN Mataram melaksanakan Refreshment Auditor di Gedung Training Center (28/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 38 auditor sebagaimana yang disampaikan Sekertaris LPM Prof. Dr. H. Abdul Quddus. Ia menegaskan bahwa pengesahan Permendiktikristek No. 39 Tahun 2025 mengharuskan UIN Mataram, auditor dan semua unsur pimpinan melakukan penyesuaian terhadap regulasi terbaru, seperti melaksanakan audit berbasis data yang telah terintgrasi dengan berbagai aplikasi di UIN Mataram. Hal ini tentu saja akan lebih memudahkan berbagai proses audit di masa yang akan datang.
Kegiatan Refreshment Auditor Perguruan Tinggi (28/10/2025) dibuka oleh Rector UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M. Ag. Dalam sambutannya ia meminta agar tata kelola UIN Mataram tetap terjaga dan terus di tingkatkan. Salahsatunya adalah melalui memperbaharui tata kelola berbasis layanan digital. Sebagaimana kebijakan Kementrian Agama transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan berbasis digital.
Rektor menegaskan kepada seluruh unsur pimpinan di lingkungan UIN Mataram agar adaptif terhadap layanan berbasis digital, termasuk dalam pelaksanaan audit saat ini dan yang akan datang. Diharapkan dengan memanfaatkan layanan berbasis digital dapat melahirkan budaya baru dalam tata kelola, seperti pergantian pimpinan tidak lagi menjadi hambatan karena tidak bergantung pada pimpinan sebelumnya, karena layanan berbasis digital telah berjalan, termasuk untuk pelaksanaan AMI (Audit Mutu Internal).
Penambahan auditor dan refresmen auditor yang berasal dari semua unsur, dosen, tendik diharapkan menjadi amunisi baru yang akan mendukung kegiatan AMI. Untuk mencapai tujuan tersebut, LPM UIN Mataram menggandeng Sholichin A Darmawan dari PT. DECRA GROUP INDONESIA.
Sholichin A Darmawan menyampaikan materi Refreshment Auditor (28/10/2025) diawali dengan beberapa pertanyaan mendasar seperti, Mengapa Audit Internal Tidak memberikan Manfaat bagi Perguruan Tinggi? hal ini disebabkan oleh: Hasil audit bukan berdasarkan investigasi yang menyeluruh, tndakan perbaikan tidak dipahami sebagai kegiatan untuk mencegah jangan berulang, tidak dilakukan analisa penyebab ketidaksesuaian, Permasalahan tidak dikomunikasikan secara efektif, belum dipahaminya peranan dalam proses audit, Laporan audit belum merupakan kesimpulan penerapan system perusahaan (masih berupa rekapitulasi temuan audit).
Sholichin juga menyampaikan kepeda auditor tentang beberapa Faktor Kunci Keberhasilan Audit Internal? pertama, kemampuan, kompetensi dan perilaku auditor, kedua perencanaan audit, ketiga pelaksanaan audit, keempat, tindaklanjut audit termasuk kepedulian manajmen dan karyawan.
Solichin juga menambahkan agar setiap auditor ketika membuat laporan hasil audit harus tertulis, karena: pertama, rekomendasi, kesimpulan dan temuan tidak mudah disalah artikan, kedua, dapat menjadi bahan untuk audit berikutnya, ketiga, pihak yang berkepentingan / auditee mudah melakukan tindak lanjutnya, keempat, pembuktian menjadi mudah jika ada keberatan atau klarifikasi, kelima, tanggungjawab auditor atas laporannya menjadi jelas.
Di akhir pelaksanaan kegitan refreshment auditor, LPM melakukan simulasi pelaksanaan audit berbasis data yang telah diintegrasikan dengan beberapa aplikasi di UIN Mataram, seperti E-SIAMI (Sistem Informasi Audit Mutu Internal).