081-000-111-2 lpm@uinmataram.ac.id

Mataram- Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis Permendiktiristek No. 39 Tahun 2025 (06/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tarining Center Universitas Islam Negeri Mataram ini dihadiri oleh 72 peserta yang merupakan perwakilan pimpinan fakultas, ketua program studi, pengelola mutu, dan unit pendukung lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag (06/11/2025). Dalam sambutan pembukaannya menegaskan pentingnya penguatan tata kelola mutu yang terintegrasi dan berkelanjutan sebagai landasan peningkatan mutu akademik dan non-akademik. Menurut Prof. Masnun, capaian predikat Unggul yang telah diraih institusi dan sejumlah program studi menjadi modal besar, namun bukan tujuan akhir. “Predikat Unggul adalah pijakan awal; sekarang saatnya kita menyempurnakan sistem mutu berbasis regulasi nasional dan standar internasional agar UIN Mataram siap bersaing pada level global,” ujar Rektor.

Kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Interna (SPMI) (06/11/2025) kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Ketua LPM Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA. Dalam laporannya, Prof. Fahrurrozi memaparkan fokus strategis kegiatan, antara lain: sinkronisasi standar internal dengan Permendiktiristek No. 39/2025, pengembangan SPMI berbasis ISO, serta langkah-langkah persiapan menuju akreditasi internasional. Beliau menekankan bahwa penguatan siklus penjaminan mutu mulai dari penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian hingga peningkatan harus dilaksanakan secara konsisten di seluruh unit kerja.

Sebagai narasumber utama, kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Sugeng Listiyo Prabowo, M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berbagi pengalaman dan praktik baik terkait implementasi SPMI berbasis ISO serta strategi persiapan akreditasi internasional. Materi yang disampaikan mencakup pengintegrasian standar ISO ke dalam alur kerja akademik, dokumentasi mutu yang efektif, serta indikator kinerja yang relevan untuk menilai kesiapan institusi dalam skema akreditasi internasional.

Kehadiran Prof. Sugeng (06/11/2025) mendapat perhatian peserta karena penekanan pada aspek-aspek praktis: pengelolaan bukti audit, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, dan pemanfaatan data sebagai basis pengambilan keputusan. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menghasilkan sejumlah rekomendasi teknis untuk pengembangan SPMI di UIN Mataram.

Pelaksanaan kegiatan ini (06/11/2025) juga menegaskan bahwa UIN Mataram semakin memperkokoh posisi akademiknya: pertama, Mempertahankan dan mengembangkan capaian predikat Unggul pada tingkat institusi dan prodi, kedua, Mengarusutamakan SPMI berbasis ISO sebagai alat standarisasi proses dan layanan, ketiga, Menyiapkan seluruh unsur kampus menuju akreditasi internasional, keempat, Mendorong transformasi strategis menuju world class university.

Ketua LPM menyatakan bahwa langkah-langkah tindak lanjut akan difokuskan pada penyusunan roadmap implementasi ISO, pelatihan lanjutan untuk SDM penjamin mutu, dan pembentukan tim persiapan akreditasi internasional yang melibatkan multi-stakeholder.

Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa penguatan SPMI ini akan menjadi pemicu percepatan transformasi kualitas pendidikan di UIN Mataram dari prestasi nasional menuju pengakuan internasional yang lebih luas.