081-000-111-2 lpm@uinmataram.ac.id

Mataram, 7 April 2026 — UIN Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam menembus batas global melalui penguatan kualitas pendidikan dan branding internasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar kegiatan sosialisasi akreditasi internasional bersama ACQUIN yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 7–8 April 2026, di Auditorium kampus setempat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor I, pimpinan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dekanat, hingga ketua dan sekretaris program studi di lingkungan kampus. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait standar, prosedur, dan persyaratan akreditasi internasional, sekaligus mempersiapkan institusi dalam menghadapi proses akreditasi global.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Adi Padli, M.Ag., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan seluruh elemen pimpinan dalam memahami berbagai aspek penilaian akreditasi internasional. Ia menyoroti sejumlah komponen penting seperti kurikulum, kualitas dosen, mahasiswa dan alumni, penelitian dan pengabdian, tata kelola, hingga sarana dan prasarana.

“Seluruh pimpinan harus mempersiapkan lembaga dengan baik agar siap mengikuti proses akreditasi internasional, sebagai langkah nyata menuju peningkatan kualitas pendidikan sesuai standar global,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini dipandu oleh Ketua LPM, Prof. Dr. H. Fahrurrozi, M.A., dan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama pada hari pertama dipandu oleh Kepala Pusat Akreditasi dan Pemeringkatan LPM, Prof. Dr. Fathurrahman Muhtar, M.Pd.

Hadir sebagai narasumber adalah Cak Ro, akademisi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang memaparkan secara komprehensif tahapan akreditasi internasional ACQUIN. Ia menjelaskan delapan tahapan utama, mulai dari pengajuan awal (initial inquiry), penandatanganan kontrak, penyusunan Self-Evaluation Report (SER), review dokumen, visitasi lapangan, hingga keputusan akreditasi dan tindak lanjut perbaikan berkelanjutan.

Menurutnya, tahap penyusunan SER menjadi bagian paling krusial karena memuat evaluasi menyeluruh terhadap profil institusi, kurikulum, kualitas dosen, penelitian, fasilitas, sistem penjaminan mutu, hingga tata kelola organisasi.

Selain itu, Cak Ro juga menekankan pentingnya kesiapan institusi dalam berbagai aspek strategis, seperti dokumen akademik berbasis Outcome-Based Education (OBE), sumber daya manusia berkualifikasi tinggi, sistem penjaminan mutu yang berjalan efektif, serta ketersediaan data pendukung berbasis evidence. Tidak kalah penting adalah penguatan internasionalisasi melalui program pertukaran, kurikulum global, serta kerja sama luar negeri.

“Kunci utama menuju akreditasi internasional adalah konsistensi mutu dan kesiapan institusi dalam membangun ekosistem pendidikan berstandar global,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Mataram diharapkan semakin siap melangkah menuju pengakuan internasional, sekaligus memperkuat posisinya dalam pemeringkatan global sebagai kampus yang unggul dan berdaya saing tinggi.