Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Mataram menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Beban Kerja Dosen (BKD) berbasis aplikasi SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada seluruh dosen terkait penggunaan sistem digital dalam pelaporan kinerja tridarma perguruan tinggi.
Sebanyak 513 dosen UIN Mataram, baik berstatus PNS maupun P3K, mengikuti kegiatan ini, Selain dosen UIN Mataram, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa dosen yang berasal dari PTKIS dibawah Kopretais Wilayah 14. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pelaporan kinerja yang lebih terintegrasi, transparan, dan efisien, sekaligus menggantikan sistem pelaporan manual yang selama ini digunakan.
Sekretaris LPM UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Quddus, MA, memandu jalannya kegiatan yang dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh tim LPM UIN Mataram, yakni Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Dr. Alfira Mulya Astuti, M.Si., serta Kepala Pusat Standar Mutu, Prof. Dr. H. M. Yusuf, M.Pd.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan alur pengisian BKD melalui aplikasi SISTER, mulai dari proses login, pengisian dan pembaruan data portofolio meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, hingga proses klaim kinerja pada layanan BKD.
Selain itu, dijelaskan pula berbagai keunggulan sistem SISTER, di antaranya data yang terpusat, proses pengisian yang lebih efisien, meminimalisir kesalahan pelaporan, serta integrasi langsung dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
Sosialisasi ini dinilai krusial mengingat pelaporan BKD wajib dilakukan setiap semester dan memiliki dampak langsung terhadap proses kenaikan pangkat serta sertifikasi dosen. Sasaran utama kegiatan ini meliputi dosen, asesor BKD, serta operator perguruan tinggi.
Sesi kedua kegiatan dipandu oleh Wakil Rektor I UIN Mataram, Prof. Dr. H. Adi Padli, M.Ag., dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si., akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam pengantarnya, Wakil Rektor I menyampaikan sejumlah kendala yang kerap dihadapi dosen dalam pengisian Laporan BKD (LBKD), seperti perhitungan KUM, kewajiban khusus Guru Besar, Lektor Kepala, dan Lektor.
Sementara itu, Prof. Abdul Mujib menegaskan pentingnya pemenuhan BKD berbasis SISTER. Ia menyebutkan bahwa ketidakpatuhan dalam pelaporan dapat berdampak serius, salah satunya tidak dibayarkannya tunjangan sertifikasi dosen.
Ia juga mengingatkan para asesor BKD agar lebih teliti dan objektif dalam melakukan penilaian, sehingga tidak merugikan dosen yang dinilai. Selain itu, narasumber turut memaparkan sejumlah regulasi terbaru terkait karier dan kenaikan pangkat dosen yang mengalami berbagai perubahan.
Melalui kegiatan ini, LPM UIN Mataram berharap seluruh dosen dapat memahami dan mengimplementasikan penggunaan SISTER secara optimal, sehingga pelaporan BKD dapat berjalan lebih akurat, akuntabel, dan mendukung pengembangan karier dosen secara berkelanjutan.