Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terus memacu langkah menuju World Class University. Sebagai langkah nyata, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram menggelar kegiatan “Pendampingan Penyusunan Self-Assessment Report (SAR) ACQUIN” yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Mei 2026, bertempat di Hotel Vape, Mataram.
Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan teknis bagi program studi yang tergabung dalam tiga klaster besar, yakni Klaster Tarbiyah, Klaster Islamic Studies, dan Klaster Sosial Humaniora, untuk meraih sertifikasi mutu dari lembaga akreditasi internasional asal Jerman, ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute).
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., membuka secara resmi acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh pimpinan dan tim yang terlibat. Ia mengungkapkan rasa syukur atas progres cepat yang ditunjukkan oleh pihak ACQUIN Jerman.
“Kita patut bersyukur bahwa pihak ACQUIN merespons dengan sangat cepat pengajuan kita. Bahkan, mereka menerima semua usulan program studi yang kita ajukan untuk diakreditasi. Dalam beberapa hari ke depan, kita akan segera menandatangani kontrak dengan ACQUIN,” ujar Prof. Masnun.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa akreditasi internasional ini bukan sekadar mengejar prestise, melainkan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 5.0. Dengan standar European Standards and Guidelines (ESG) yang dimiliki ACQUIN, UIN Mataram berkomitmen melahirkan lulusan yang “Cendekia, Unggul, dan Berdaya Saing Global”.
“Ini adalah bukti nyata komitmen kita pada akuntabilitas publik dan perbaikan mutu berkelanjutan demi melayani umat. Saya meminta seluruh sivitas akademika, khususnya tim penyusun, untuk bekerja keras secara kolektif agar proses ini berjalan sukses,” tambahnya.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah pakar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Prof. Dr. Sugeng Sulistiyo, M.Pd. dan Dr. Rosihan Aslihuddin, S.Sos., M.A.B., CRP.
Pada sesi pertama, Dr. Rosihan Aslihuddin memberikan materi mendalam mengenai instruksi penyusunan borang SAR. Ia menekankan pentingnya ketelitian teknis setelah pengajuan direspon oleh sekretariat ACQUIN. Menurutnya, meskipun beberapa tahapan bersifat opsional, pemenuhan standar dokumen yang ketat akan sangat menentukan keberhasilan saat visitasi pakar nantinya.
Sebagai informasi, akreditasi ACQUIN akan membuka peluang luas bagi UIN Mataram dalam hal mobilitas global, termasuk program student exchange, joint degree, hingga kolaborasi riset internasional. Evaluasi ACQUIN sendiri mencakup empat pilar utama: Kurikulum berbasis luaran (OBE), kualifikasi SDM, sistem penjaminan mutu internal (SPMI), dan layanan mahasiswa standar internasional.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor I, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAK, Ketua LPM, perwakilan SPI, bagian Kepegawaian, Keuangan, Umum, serta seluruh Ketua dan Sekretaris Program Studi yang masuk dalam target akreditasi internasional tahun ini.