Mataram, 20 Juni 2025. Prestasi unggul institusi dan lebih dari 50 % prodi tidak membuat LPM UIN Mataram berpuas diri. Sebagai lembaga yang diberikan amanat meningkatkan penjaminan mutu institusi hingga prodi di lingkungan UIN Mataram, LPM terus bekerja dan berinovasi.
Kali ini LPM UIN Mataram menghadirkan tim gugus mutu fakultas untuk membahas implementasi program penguatan penjminan mutu di tingkat prodi dan fakultas melalui kegiatan focus group discussion (FGD). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Training Center UIN Mataram.
FGD gugus mutu/kendali mutu fakultas dibuka oleh Sekretaris LPM UIN Mataram Prof. Dr. H. Abdul Fatah, M.Fil.I . Hadir sebagai fasilitator seluruh Kapus LPM UIN Mataram. Dalam sambutannya Prof. Dr. H. Abdul Fatah, M.Fil.I menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim gugus mutu fakultas atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam membantu LPM UIN Mataram menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pelaksanaan survey yang telah berlangsung setiap tahun. Tim Gugus Mutu Fakultas juga selalu dilibatkan dalam berbagai program LPM lainnya sebagai bukti bahwa LPM ingin terus menjaga eksistensi gugus mutu fakultas sekaligus pelaksanaan penjaminan mutu merupakan kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan UIN Mataram, imbuh Prof. Dr. H. Abdul Fatah, M.Fil.I.
Setelah pembukaan acara FGD difasilitasi oleh Dr. Agus, M.Si untuk mendiskusikan pelaksanaan survey internal dan eksternal. Dalam paparan pengantarnya Dr.Agus, M.Si menyampaikan bahwa sejumlah regulasi seperti Peraturan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 dalam pasal 1 Ayat (1) memerintahkan seluruh institusi publik atau badan publik melaksanakan survei kepuasan layanan setiap tahun. Selain itu, Permenbudristek Nomor 53 tahun 2023 juga menyatakan penjaminan mutu Perguruan Tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi secara berkelanjutan.
Merujuk kedua regulasi tersebut, maka sebagai badan publik UIN Mataram memiliki komitmen membangun penjaminan mutu secara berkelanjutan dengan salah satu metodenya melalui survei internal dan eksternal kata Agus.
Metode penguatan penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh UIN Mataram kata Agus, sejalan dengan trend pengambilan kebijakan modern yang menggunakan pendekatan evidence based policy yang tidak lain adalah pengambilan kebijakan berbasis bukti. Hasil survei yang kita lakukan setiap semester dan setiap tahun sebagai basis kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan kita. Dengan begitu seluruh kebijakan maupun tata kelola di UIN Mataram tidak berbasis asumtif namun berbasis data. Dan disinilah kekuatan yang dimiliki UIN Mataram kata Agus.
Selama FGD berlangsung sejumlah pandangan dan pemikiran berkembang, antara lain UIN Mataram lebih meningkatkan digitalisasi layanan dalam segala aspek, perbaikan manajemen survei guna menghindari tumpeng tindih survei yang diselenggarakan LPM dan Fakultas, adanya perhatian terhadap tindaklanjut temuan survei baik di internal terlebih ekseternal misalnya dengan mitra kerjasama UIN Mataram, hingga perlunya capacity building dan peningkatan anggaran untuk tim gugus mutu fakultas.