081-000-111-2 lpm@uinmataram.ac.id

Mataram, 8 Agustus 2024. Penguatan kapasitas organisasi merupakan kerja simultan dan berkelanjutan bagi seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Dua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau PTKIN yaitu UIN Salatiga dan UIN Mataram bertukar pikiran serta pengalaman dalam bidang penguatan kapasistas organisasi dalam acara kunjungan kerja UIN Salatiga ke LPM UIN Mataram hari Kamis 8 Agustus 2024.

Hadir dari UIN Salaitiga yaitu Wakil Rektor 1 Prof. Dr. H. Saerozi, M.Ag. didampingi Kapus Audit Mutu LPM UIN Salatiga Dr. Waryunah Irmawati dan Muhammad Tobi. Rombongan UIN Salatiga diterima langsung oleh Sekretaris LPM UIN Mataram Prof. Dr. Abdul Fatah, M.Fil.I. didampingi Kapus Pendampingan Mutu Kemahasiswaan LPM UIN Mataram Dr. Agus, M.Si. dan seluruh karyawan LPM UIN Mataram.

Dalam sambutannya Sekretaris LPM UIN Mataram menyampaikan kunjungan kerja rombongan UIN Salatiga merupakan anugerah bagi kami, sebab kami mendapatkan kesempatan untuk belajar bagaimana tata kelola penguatan kapasitas organisasi di UIN Salatiga sehingga jumlah Prodi yang memiliki akreditasi unggul 14 Prodi. Menurut kami ini adalah prestasi yang luar biasa. Kami berharap Pak WR 1 berkenan berbagi resep, imbuhnya. Prof Abdul Fatah juga menuturkan bahwa hari ini pagi-pagi tadi kami di UIN Mataram mendapatkan informasi bahwa Prodi S3 PAI UIN Mataram memperoleh akreditasi unggul. Dengan demikian kami sudah memiliki 9 prodi unggul terangnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Saerozi, M.Ag. memuji UIN Mataram sebab perkembangan UIN Matara ini sangat luar biasa sanjungnya. Dari memiliki kampus yang kecil dulu sekarang sudah menjadi besar dan UIN Mataram berada pada posisi 6 besar jumlah pendaftar. Artinya masyarakat sangat mencintai UIN Mataram dan mempercayakan UIN Mataram sebagai pilihan dalam pendidikan, imbuhnya.

Prof. Dr. H. Saerozi, M.Ag. juga memuji kepemimpinan Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Masnun, M.Ag yang sangat moderat, visioner dan bijaksana. Saya melihat Prof. Masnun memiliki kemampuan luar biasa dan merangkul seluruh komponen di UIN Mataram. Hal ini terlihat dari petinggi-petinggi NW, NWDI, Muhammadiyah, dan NU dalam jabatan-batan startegis di UIN Mataram. Ini merupakan model kepemimpinan ideal dalam masyarakat yang pluralis seperti NTB, terang Prof. Muh. Saroji.

Diskusi dua PTKIN ini berjalan lancar, penuh keakraban dan humoris. Terlihat kedua PTKIN ini memiliki kecocokan dalam melakukan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Diskusi diakhiri dengan penyerahan sertifikat dosen UIN Salatiga sebanyak 11 orang dari LPM UIN Mataram dan penyerahan Cindra mata dari UIN Salatiga kepada LPM UIN Mataram. *****